Taman hati yang telah lama dibujurkan itu
jangan ada sesiapa yang cuba menyapunya
Biarkan...biarkan daun-daun kering itu
pasrah menanggulangi panas mentari dan debuan kelam,
mana tahu ia bisa jadi baja
untuk pohon-pohon kembang lain tegak subur
kemudian,wajib pula tegar menunggu keputusan takdir
Taman hati yang indah berseri itu
Tidak tercapai bak langit nan biru
Kiranya bunga liar ini menumpang teduh
Adakah akan dianggap penceroboh?
Jika kehadiranku tidak disenangi
Biarlah ku layu terbiar menyepi
Mungkin waktunya ku undur diri
Tempatku bukan di sini...
Taman hati itu semakin berseri
Bunga nan satu kembang mewangi
Namun kehadirannya seolah membunuh
Siapakah rumput untuk tumpang berlabuh?
Tatkala pohon berduri melingkar merapati
Matinya sang rumput tiada yang peduli
Namun lupakah kau wahai si kumbang?
Taman tak berlalang adalah taman yang gersang
Taman hati yang dulunya berseri dikelilingi bunga mewangi
Kini semakin kering, semakin layu, semakin mati...
Tiada gunanya mentari bersinar jika duri berhutan
Tiada gunanya air mengalir jika rumput mengemis
Dan apabila bah melanda, rosaklah segala...
Namun mungkinkah pelangi berseri di sebalik gunung yang sunyi?

No comments:
Post a Comment